Setiap kelahiran ada ibu yang dilahirkan. Yuk, wujudkan perencanaan keluarga sejahtera dan bahagia dengan memulai program KB pasca-persalinan!

Para orangtua sudah semestinya paham bahwa kelahiran yang diinginkan atau direncanakan secara matang dapat menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga. Nah, Sahabat, untuk mewujudkannya, perencanaan kehamilan dan kelahiran harus disusun sejak awal ya, caranya dengan menggunakan KB pasca-persalinan.

Penggunaan KB pasca-persalinan ini adalah upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menanggulangi jarak kehamilan yang terlalu dekat, lho. Bagaimana melaksanakannya? Berikut langkah-langkah yang bisa Sahabat ikuti untuk memulai menjadi seorang ibu yang bahagia untuk kesejahteraan keluarganya.

Atur Jarak Kehamilan, Yuk!

Menurut riset Kementerian Kesehatan RI, jarak ideal seorang ibu untuk kembali mempunyai anak membutuhkan waktu empat hingga lima tahun. Selama kurun waktu tersebut, Sahabat mempunyai waktu yang cukup untuk memulihkan kesehatannya setelah hamil dan melahirkan.

Di sisi  lain, bayi juga memiliki kesempatan yang cukup untuk mendapatkan ASI eksklusif pada enam bulan pertama, menyusui hingga dua tahun, serta untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Untuk menjaga jarak kehamilan itulah, Sahabat perlu memakai kontrasepsi sebagai upaya pencegahan kehamilan yang tidak terencana. Nah, kontrasepsi seperti IUD atau Implan, bisa membantu memberikan perlindungan dalam jangka panjang. Dengan cara ini pula, risiko kematian ibu dan anak akan berkurang.

Pentingnya Konseling KB

Melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi kesehatan dari ahli medis juga termasuk langkah tepat memulai perencanaan keluarga sejahtera nih, Sahabat. Pasalnya, untuk ibu hamil, konseling dan edukasi KB adalah bagian wajib dari pemeriksaan kehamilan yang dilakukan tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan seperti dokter atau bidan adalah sosok yang bisa membantu konsultasi perencanaan keluarga dan program KB pasca-persalinan tersebut. Untuk pelayanan kontrasepsi ini bisa ditemukan seperti di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Rumah Sakit dan Bidan atau Dokter praktik swasta langganan Sahabat, ya.

Gunakan Kontrasepsi

Sahabat, kini program KB pasca-persalinan sudah bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya. Dahulu, para ibu perlu menunggu masa nifas selesai enam minggu setelah melahirkan untuk menggunakan kontrasepsi KB. Berbeda dengan sekarang, berkat kemajuan ilmu dan teknologi, pilihan metode KB pasca-persalinan jadi semakin bervariasi dan dapat Anda  gunakan langsung setelah melahirkan.

Misal, IUD yang sudah dapat dipasang dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir hingga 48 jam setelah melahirkan. Jenis kontrasepsi lainnya juga dapat digunakan sebelum masa nifas berakhir, bahkan termasuk kontrasepsi yang tidak mengganggu produksi ASI (Implan, Suntik 3 bulan dan Pil Laktasi). Karena semakin cepat seorang ibu menggunakan kontrasepsi KB setelah melahirkan maka akan semakin baik, karena ibu tersebut sudah terlindungi.

Efek dari perencanaan keluarga ini, tidak hanya untuk kehidupan pribadi, ibu yang menerapkan perencanaan keluarga dengan kontrasepsi KB juga turut membantu mengatasi masalah kontrapopulasi di Indonesia. Mengingat prediksi pemerintah pada tahun 2018 bahwa angka kelahiran di Indonesia mencapai 5,3 juta. Tahukah Sahabat kalau jumlah ini setara dengan jumlah penduduk Singapura dan Denmark? Bisa dibayangkan!

Atas dasar itu, DKT Indonesia bersama Kementerian Kesehatan RI mengadakan kampanye “Melahirkan Kebahagiaan” untuk menyadarkan keluarga Indonesia akan pentingnya KB pasca-persalinan. Buat Sahabat yang akan melahirkan atau baru melahirkan, yuk sama-sama untuk segera menggunakan KB pasca-persalinan!

Program KB pasca-persalinan bisa Sahabat lakukan dengan memilih kontrasepsi Andalan seperti Pil KB, Suntikan KB, IUD, Implan atau Kondom. Ingat selalu ya, bahwa kontrasepsi Andalan sanggup menjawab kebutuhan keluarga berencana di Indonesia.

Selamat membangun keluarga bahagia!

KONSULTASI